UNESCO bersama Universitas Diponegoro (Undip) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar lokakarya regional dan dialog multipihak bertajuk ‘’Internet for Trust Digital Platforms Governance Regional Workshop Capacity Building for Southeast Asia Regulators, Digital Platforms, and Civil Society’’ ini digelar di Kampus FISIP Undip Semarang, Kamis (7/5/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Fokus Utama pada Isu Privasi: Berbeda dengan media lain yang lebih menyoroti hoaks pemilu atau pernyataan umum Wamen Komdigi, versi ini menekankan pada rentannya pelindungan data pribadi dan privasi pengguna di kawasan Asia Tenggara akibat dominasi platform digital global.

Penyusunan Toolkit Taktis: Artikel menjelaskan kontribusi FISIP Undip bersama UNESCO, Asia Media Information and Communication Center (AMIC), dan Civic Tech Lab dalam merumuskan sebuah panduan praktis (toolkit). Toolkit ini dirancang khusus sebagai instrumen hukum atau panduan taktis bagi regulator di negara-negara ASEAN (seperti Indonesia, Filipina, dan Singapura) untuk memaksa platform digital global lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap data privasi penggunanya.

Tantangan Regional ASEAN: Mengutip pandangan dari pihak Universitas Diponegoro (Wijayanto, Ph.D.), artikel mengulas bagaimana posisi masyarakat ASEAN yang mayoritas hanya sebagai konsumen membuat hak-hak privasi siber mereka sering kali terabaikan oleh kebijakan sepihak dari korporasi teknologi besar dunia. Oleh karena itu, tata kelola berbasis hak asasi manusia dan privasi mutlak diperlukan.

Telah dipublish di https://beritajateng.tv/marak-masalah-privasi-di-asean-undip-dan-unesco-siapkan-toolkit-tata-kelola-platform-digital/

Translate »